Pembentukan citra dipengaruhi oleh familiaritas terhadap produk dan perusahaan yang bersangkutan. Familiaritas dipengaruhi oleh banyaknya informasi yang diterima oleh konsumen yang bersumber dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dan media massa.
Menurut koran tempo, citra barang-barang produksi Indonesia terancam tercoreng di kalangan negara-negara Uni Eropa akibat maraknya praktek pemindahan barang secara ilegal dalam kegiatan ekspor (transhipment).Sebaiknya Indonesia dapat lebih memperbaiki citra produk di kalangan dunia.
Iklan juga dapat memperbaiki citra produk yang telah tercoreng. Seperti contoh, ada produk biskuit yang sudah sangat dikenal dan memiliki banyak konsumen, namun dikabarkan produk tersebut mengandung racun dan ada pula konsumen yang dilarikan ke rumah sakit. Setelah dilakukan perbaikan, produsen dari produk tersebut melakukan iklan besar-besaran untuk memperbaiki citra produknya yang telah tercoreng agar para konsumen dapat percaya bahwa produk itu kini sudah aman untuk di konsumsi. Iklan ternyata sangat berpengaruh untuk perbaikan citra produk.
Citra merupakan suatu hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan, apabila perusahaan memiliki citra yang baik maka produk dari perusahaan tersebut akan dapat pula diterima dengan baik dipasaran. Demikian halnya dengan citra yang dimiliki oleh produk yang dihasilkan apabila produk sebelumnya memiliki citra yang baik maka pada peluncuran produk berikutnya kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang baik pula bagi konsumen.
Salah satu strategi pemasaran yang memerlukan pengetahuan mengenai perilaku konsumen adalah iklan, karena objek dari iklan adalah konsumen. Banyak unsur dalam iklan yang menjadi perhatian pemasar saat merancang suatu iklan, diantaranya adalah penggunaan bintang iklan. Perusahaan yang melakukan promosi melalui iklan harus memilih bintang iklan yang tepat dan dianggap dapat mewakili citra produk yang diinginkan perusahaan.Pemilihan bintang iklan ini juga harus disesuaikan dengan karakter dari produk yang diiklankan karena pada kenyataannya penggunaan endorser tidak selalu berhasil karena tidak sesuai dengan citra produk yang diiklankan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh tipe dan karakteristik bintang iklan terhadap citra merek serta karakteristik apa dari ketiga tipe bintang iklan tersebut yang paling berpengaruh terhadap citra merek pada beberapa produk yang termasuk ke dalam klasifikasi barang konsumsi.
Mengangkat Citra Produk Ekspor Berkelas Melalui Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia
Trade Expo Indonesia (TEI) alias Pameran Produk Ekspor 2007 yang merupakan ajang pertemuan antara produsen barang dan jasa nasional dengan para pembeli luar negeri akan digelar di Jakarta Int'l Expo-Kemayoran Jakarta pada tanggal 23 hingga 27 Oktober 2007 mendatang, di rencanakan akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kepala BPEN, Bachrul Chairi mengatakan bahwa TEI 2007 bertujuan untuk menciptakan wahana dalam mempromosikan produk-produk ekspor non migas Indonesia yang berkualitas, bernilai tambah dan berdaya saing tinggi. Pameran yang selenggarakan tiap tahun sejak tahun 1985 kondang dengan nama PPE, kini TEI mulai tahun 2006 hingga 2010 mengusung tema besar "Serving Global Market" disamping tema khusus untuk TEI ke-22 tahun ini adalah "Innovative Design, Local Value Contemporary Spirit".
Pada penyelenggaraan kali ini, akan dikemas dengan semangat diversifikasi produk yang mencerminkan potensi produk Indonesia, dalam rangka menunjang 10+10+3, yaitu meningkatkan daya saing ekspor 10 produk utama, 10 produk potensial dan 3 produk jasa, kilah Bachrul. Produk utama terdiri dari ; udang, kopi, minyak sawit, kakao, karet, tekstil, alas kaki dan barang elektronik. Kemudian yang termasuk produk potensial adalah ; produk kerajinan, produk ikan, medical herbs, kulit dan produk kulit, makanan olahan serta perhiasan. Sedangkan 3 produk jasa adalah Teknologi Informasi, Tenaga kerja dan Desain.
Ajang promosi skala Internasional dengan menggunakan total areal sebesar 55,6 ribu meter persegi terdiri dari 7 hall dan satu kavling open space ini, diharapkan akan lebih marak dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Produk-produk perhiasan, aksesoris, herbal, peralatan kantor, kulit dan produk kulit, rempah-rempah, spa, bahan bangunan, keramik, hortikultura dan produk plastik akan menempati Hall A. Di Hall B, akan ditampilkan produk-produk mebel, peralatan dapur dan rumah tangga lainnya. Hall C akan diisi dengan produk-produk elektronika, alas kaki, peralatan medis, peralatan olahraga, dan produk kimia. Hall D1 dimana merupakan anjungan produk-produk utama, akan diisi oleh produk-produk Indonesia yang sudah dikenal diberbagai negara, seperti minyak sawit, karet dan produk karet, tekstil dan produk tekstil, udang dan karet. Hall D2 menampilkan produk kreatif, sedangkan Hall E akan memajang produk perikanan, kopi, kakao dan produk makanan dan minuman.
TEI 2007 dipersiapkan untuk menghimpun 1.500 perusahaan peserta dan diperkirakan akan dihadiri sebanyak 4.000 importir dari 110 negara, jumlah pengunjung ditaksir akan mencapai 15.000 orang. Untuk para tamu importir dari mancanegara, selama pameran berlangsung akan diselenggarakan forum bisnis bertema Trade, Tourism & Investment, dengan harapan untuk menambah pemahaman tentang produk Indonesia, juga memperkenalkan pariwisata dan kesempatan investasi. Selama pameran juga akan dipertunjukkan kesenian dari berbagai daerah.
Menurut pendapat saya citra produk sangatlah penting untuk kesuksesan suatu produk. Citra produk yang baik juga sangat berpengaruh terhadap daya beli konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut, semakin baik kualitas dari suatu produk maka secara otomatis produk tersebut akan mendapat citra produk yang baik pula.Pustaka :
1.http://www.nafed.go.id/bindo/mediacenter.php?ctrl=info&idberita=78
2.http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-s2-2004-lisayannov-1744
3.http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/manajemen/article/view/2890
4.http://www.tempointeractive.com/hg/ekbis/2007/01/03/brk,20070103-90586,id.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar